PERTEMUAN KE-16.4

 

A. Deskripsi Permasalahan

Dalam lingkungan sekolah dasar, terjadi penyebaran penyakit flu di dalam satu ruang kelas. Untuk memahami dinamika penyebaran penyakit tersebut digunakan Agent-Based Simulation (ABS), di mana setiap siswa dimodelkan sebagai agen yang dapat berinteraksi satu sama lain.


B. Parameter Model

  • Jumlah siswa: 30 orang

  • Peluang tertular per kontak: 0,2

  • Waktu pemulihan: 3 hari

  • Lama simulasi: 14 hari


C. Diagram Konseptual Model

1. Agent

  • Siswa

2. State Agen

Setiap siswa berada pada salah satu state berikut:

  • Sehat (Susceptible)

  • Sakit (Infected)

  • Sembuh (Recovered)

3. Interaksi

  • Siswa saling berinteraksi setiap hari di dalam kelas.

  • Jika siswa sakit berinteraksi dengan siswa sehat, maka siswa sehat memiliki peluang 0,2 untuk tertular.

  • Siswa yang sakit akan berpindah ke kondisi sembuh setelah 3 hari dan tidak menularkan lagi.


D. Proses Simulasi (14 Hari)

  1. Hari ke-0 dimulai dengan 1 siswa terinfeksi, sisanya sehat.

  2. Setiap hari:

    • Agen melakukan interaksi acak.

    • Penyakit menyebar berdasarkan probabilitas penularan.

    • Status siswa diperbarui.

  3. Simulasi berjalan hingga hari ke-14.


E. Hasil Simulasi (Deskriptif)

Perubahan Jumlah Siswa Sakit

  • Hari 1–4: jumlah siswa sakit meningkat cepat.

  • Hari 5–8: jumlah siswa sakit mencapai puncak.

  • Hari 9–14: jumlah siswa sakit menurun seiring bertambahnya siswa sembuh.

Grafik hasil simulasi:

  • Sumbu X: Hari (1–14)

  • Sumbu Y: Jumlah siswa sakit

  • Pola: Kurva naik → puncak → turun


F. Analisis Dampak Intervensi Kebijakan

1. Isolasi Siswa Sakit

  • Mengurangi kontak langsung.

  • Menurunkan laju penularan.

  • Puncak jumlah siswa sakit menjadi lebih rendah.

2. Ventilasi Udara yang Baik

  • Menurunkan peluang tertular per kontak.

  • Penyebaran menjadi lebih lambat.

  • Kurva epidemi menjadi lebih landai.

3. Vaksinasi

  • Mengurangi jumlah siswa rentan.

  • Dalam beberapa simulasi, wabah dapat dicegah sejak awal.

  • Strategi paling efektif dalam jangka panjang.


G. Kesimpulan

  • Agent-Based Simulation efektif untuk memodelkan sistem sosial yang kompleks seperti penyebaran penyakit.

  • Interaksi antarindividu sangat berpengaruh terhadap laju penyebaran.

  • Intervensi kebijakan seperti isolasi, ventilasi, dan vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran flu.

  • Model ini dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 1 Teknik Pemodelan & Simulasi

PERTEMUAN KE -9

Tugas Mandiri & Referensi Tugas Individual